Jumat, Juni 29

Cahaya Bulan ...



... Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
Cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
Di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
Kenapa matahari terbit menghangatkan bumi ...

By : Eros dan Okta
Tribute to Soe Hok Gie

Kamis, Juni 28

“Dan kamu yakin bisa?” Harus ada yang bisa,



...“Kenapa harus ngilang, Gy?” tanyanya halus.
“Aku juga nggak tahu kenapa,” Kugy menggelengkan kepala, “tiap hari aku di sini, cuma untuk cari tahu kenapa. Dan masih belum tahu jawabannya.”
“Saya mau bantu kamu. Boleh?” Keenan lantas meraih tangan Kugy. “Empat tahun saya kepingin bilang ini: Kugy Karmachameleon, saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapan pun itu, saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta ini ada ujungnya.” ...

“Banyak sekali yang ingin saya lakukan bareng kamu, Gy,” bisik Keenan.
Kugy mendongak. Tersenyum sebisanya. “Bisa. Pasti bisa. Kita tetap bisa bikin buku bareng, kan? Dan aku tetap bisa jadi sahabatmu.” Kugy nyaris tersedak mengucapkan kata terakhir barusan. Menyadari bahwa persahabatan barangkali adalah muara terakhir yang harus ia paksakan untuk menampung seluruh perasaannya pada Keenan. Tak bisa lebih dari itu. Begitu luas laut yang membentang dalam hatinya. Namun, lagi-lagi, harus ia tahan. ...

“Nan ...,” Kugy menggenggam balik tangan Keenan, suaranya makin lirih, “banyak yang aku ingin bilang ke kamu. Banyak yang ingin aku kasih. Tapi, nggak apa-apa, nggak usah. Mungkin memang bukan jatahku. Bukan jatah kita. ...

Air mata Kugy akhirnya jatuh bergulir, membuat pandangannya kembali terang, meski langit sudah gelap, dan Keenan tinggal bayangan hitam yang berjalan menjauh. “Nan ...,” panggilnya.
“Ya?” Keenan berbalik.
“Aku nggak kepingin, sepuluh ... dua puluh tahun lagi dari sekarang, aku masih merasa sakit di sini tiap kali ingat kamu.” Kugy merapatkan tangannya di dada.
Keenan tercekat mendengarnya. “Nggak, Gy. Nggak akan. Kalau saya bisa, kamu juga bisa.”
“Dan kamu yakin bisa?” tangis Kugy.
“Pasti ....” Suara Keenan bergetar. Penuh keraguan, kebimbangan, dan kegentaran. Namun, ia tak mungkin lagi mundur. Satu-satu, dituruninya tangga besi itu. Lenyap dari pandangan Kugy. Harus ada yang bisa, batinnya, kalau tidak .... Keenan menggosok matanya yang berkaca-kaca. Ia tak bisa mengingat, kapan hatinya pernah sepilu ini.
Di tempat yang sama, Kugy menangis bisu. Ia berjanji, inilah tangisan terakhirnya untuk Keenan, sekaligus tangisan yang paling menyakitkan. Ia bahagia sekaligus patah hati pada saat yang bersamaan. Saat ia tahu dan diyakinkan bahwa mereka saling mencintai, dan selamanya pula mereka tidak mungkin bersama. ...

Tulisan by DEE- Perahu Kertas
Music by Flanella- Aku Bisa

Sabtu, Juni 16

Dibalik Semesta Bernama Saya



Apakah saya beradaptasi dengan diri saya ?
Atau kah diri saya beradaptasi dengan saya ?

Apakah saya adalah Tuan bagi Raga ?
Atau kah hanya hamba Sahaya ?

Apakah saya memilih untuk saya sendiri ?
Atau kah pilihan itu memilih saya ?

Apakah pilihan saya membahagiakan saya ?
Atau kah bahagia itu memerlukan saya ?
 
Apakah saya NYATA ?
Atau kah REKAAN belaka ?

Jumat, Juni 15

Nyata, Ada ..


Seperti yang dikatakan oleh Emily Saliers dengan lagu nya Mystery
Dee menggambarkan dengan bijaksana sosok dari perasaan, dia nyata, ada dan tidak memilih hanya dipilih.

“Maybe that’s all that we need is to meet
in the middle of impossibilities.
Standing at opposite poles,
equal partners in a mystery.” - Emily Saliers (Mystery)

Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih -Dee (Perahu Kertas)

Kamis, Juni 14

Dengan mu


Dengan mu,
Hanya dengan mu aku merasa nyaman,
Dengan mu semua terasa indah,
Pada mu kuceritakan semua,
Teruntuk mu kulepaskan semua topeng dunia,
Dan pada mu kurelakan segala nya,
Karena pada mu lah semesta ku tercipta,
Sebab mu lah aku nyata ,...

Rabu, Juni 13

What I Want ..



“Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata.”
Dee, Supernova: Akar

Senin, Juni 11

Seiring, Selangkah, ...

 
“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)”
Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Redemtion Of Time


Karena mu karya ini tercipta, Walau pun tak berarti, Tapi inilah rasa sayangku untuk mu ...
Karena kamu lah penebus hari - hari ku yang sepi ..

Redemtion Of Time