... Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang Cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang Di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih Kenapa matahari terbit menghangatkan bumi ...
...“Kenapa harus ngilang, Gy?” tanyanya halus.
“Aku juga nggak
tahu kenapa,” Kugy menggelengkan kepala, “tiap hari aku di sini, cuma
untuk cari tahu kenapa. Dan masih belum tahu jawabannya.”
“Saya
mau bantu kamu. Boleh?” Keenan lantas meraih tangan Kugy. “Empat tahun
saya kepingin bilang ini: Kugy Karmachameleon, saya cinta sama kamu.
Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai
kamu. Sampai kapan pun itu, saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta
ini ada ujungnya.” ...
“Banyak sekali yang ingin saya lakukan bareng kamu, Gy,” bisik Keenan.
Kugy
mendongak. Tersenyum sebisanya. “Bisa. Pasti bisa. Kita tetap bisa
bikin buku bareng, kan? Dan aku tetap bisa jadi sahabatmu.” Kugy nyaris
tersedak mengucapkan kata terakhir barusan. Menyadari bahwa persahabatan
barangkali adalah muara terakhir yang harus ia paksakan untuk menampung
seluruh perasaannya pada Keenan. Tak bisa lebih dari itu. Begitu luas
laut yang membentang dalam hatinya. Namun, lagi-lagi, harus ia tahan.
...
“Nan ...,” Kugy menggenggam balik tangan Keenan,
suaranya makin lirih, “banyak yang aku ingin bilang ke kamu. Banyak yang
ingin aku kasih. Tapi, nggak apa-apa, nggak usah. Mungkin memang bukan
jatahku. Bukan jatah kita. ...
Air mata Kugy akhirnya
jatuh bergulir, membuat pandangannya kembali terang, meski langit sudah
gelap, dan Keenan tinggal bayangan hitam yang berjalan menjauh. “Nan
...,” panggilnya.
“Ya?” Keenan berbalik.
“Aku nggak
kepingin, sepuluh ... dua puluh tahun lagi dari sekarang, aku masih
merasa sakit di sini tiap kali ingat kamu.” Kugy merapatkan tangannya di
dada.
Keenan tercekat mendengarnya. “Nggak, Gy. Nggak akan. Kalau saya bisa, kamu juga bisa.”
“Dan kamu yakin bisa?” tangis Kugy.
“Pasti
....” Suara Keenan bergetar. Penuh keraguan, kebimbangan, dan
kegentaran. Namun, ia tak mungkin lagi mundur. Satu-satu, dituruninya
tangga besi itu. Lenyap dari pandangan Kugy. Harus ada yang bisa,
batinnya, kalau tidak .... Keenan menggosok matanya yang berkaca-kaca.
Ia tak bisa mengingat, kapan hatinya pernah sepilu ini.
Di tempat
yang sama, Kugy menangis bisu. Ia berjanji, inilah tangisan terakhirnya
untuk Keenan, sekaligus tangisan yang paling menyakitkan. Ia bahagia
sekaligus patah hati pada saat yang bersamaan. Saat ia tahu dan
diyakinkan bahwa mereka saling mencintai, dan selamanya pula mereka
tidak mungkin bersama. ...
Tulisan by DEE- Perahu Kertas
Music by Flanella- Aku Bisa
Seperti yang dikatakan oleh Emily Saliers dengan lagu nya Mystery
Dee menggambarkan dengan bijaksana sosok dari perasaan, dia nyata, ada dan tidak memilih hanya dipilih.
“Maybe that’s all that we need is to meet
in the middle of impossibilities.
Standing at opposite poles,
equal partners in a mystery.” - Emily Saliers (Mystery)
Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih -Dee (Perahu Kertas)
Dengan mu,
Hanya dengan mu aku merasa nyaman,
Dengan mu semua terasa indah,
Pada mu kuceritakan semua,
Teruntuk mu kulepaskan semua topeng dunia,
Dan pada mu kurelakan segala nya,
Karena pada mu lah semesta ku tercipta,
Sebab mu lah aku nyata ,...